Setelah selesai memainkan permainan Candy Crush yang
nyawanya harus ditunggu setiap 30 menit supaya mendapat ‘nyawa’ tambahan. Kesempatan
saya yang baru dimainkan hari itu akhirnya habis. Risikonya, yah mesti tunggu
lagi selama 30 menit. Oke deh kita anggap saja itu sudah selesai. Akhirnya
giliran home facebook yang dikunjungi. Di saat itu, saya akhirnya melihat salah
satu quote harian dari fanpage Bang Tere. Karena penasaran sekali dengan
kata-kata indah lainnya. Akhirnya saya membuka fanpagenya.
Nah, setelah sekian lama saya mengelilingi halaman tersebut. Ada kolom sebelah kiri yang menjelaskan event yang akan dihadiri penulis Tere-Liye dalam waktu dekat ini. Tepat pada hari Selasa besoknya akan diadakan Seminar Kepenulisan di kampus UNJ yang dihadiri langsung sama beliau. Nah, hari saat saya lagi baca itu hari Minggu. Tapi pas lihat biayanya, lumayan fantastis untuk kantong mahasiswa. Kalian tahu itu berapa? 50 ribu. Karena itu memang benar-benar penulis favorit saya sepanjang masa, akhirnya saya bela-belain buat dateng. Langsung alamat sama no handphone panitia saya salin. Besoknya dengan harap-harap supaya mama saya memberikan izin untuk mengikuti acaranya. Sempat kepikiran juga kan kata Bang Tere di facebook, “Tidak usah mengikuti seminar saya, anda cukup bisa membaca melalui facebook saya”. Apa saya tidak usah ikut? Tapi alhamdulillah malam sebelum acara sudah saya transfer uangnya ke rekening panitia. Karena kan HTM beda antara yang On The Spot sama yang bukan. Mahalan yang on the spot ternyata. Itupun jaraknya terpaut 15 ribu. Lumayan banget kan itu.
Nah, setelah sekian lama saya mengelilingi halaman tersebut. Ada kolom sebelah kiri yang menjelaskan event yang akan dihadiri penulis Tere-Liye dalam waktu dekat ini. Tepat pada hari Selasa besoknya akan diadakan Seminar Kepenulisan di kampus UNJ yang dihadiri langsung sama beliau. Nah, hari saat saya lagi baca itu hari Minggu. Tapi pas lihat biayanya, lumayan fantastis untuk kantong mahasiswa. Kalian tahu itu berapa? 50 ribu. Karena itu memang benar-benar penulis favorit saya sepanjang masa, akhirnya saya bela-belain buat dateng. Langsung alamat sama no handphone panitia saya salin. Besoknya dengan harap-harap supaya mama saya memberikan izin untuk mengikuti acaranya. Sempat kepikiran juga kan kata Bang Tere di facebook, “Tidak usah mengikuti seminar saya, anda cukup bisa membaca melalui facebook saya”. Apa saya tidak usah ikut? Tapi alhamdulillah malam sebelum acara sudah saya transfer uangnya ke rekening panitia. Karena kan HTM beda antara yang On The Spot sama yang bukan. Mahalan yang on the spot ternyata. Itupun jaraknya terpaut 15 ribu. Lumayan banget kan itu.
Oke dan next daynya saya berpacu dengan teriknya Jakarta
bersama masyarakat ibukota lainnya. Saya ke UNJ dengan Kopaja lanjut Bus
Transjakarta. Karena itu baru pertama kali ke UNJ, yah berbeda sekali dengan
dugaan saya. Pintu masuk UNJ ternyata hanya satu. Saya mengira UNJ modelnya
seperti UI, luas jalanannya dan sebagainya. Nantinya akan sulit menemukan
gedung sertifikasi guru, tempat acara diselenggrakan. Tapi dugaan saya melesat
total. UNJ tempatnya tidak serumit itu. Dan lagi karena ditulis di SMS. acaranya berada di lantai 9, maka saya
mencari bangunan yang tinggi di UNJ. Bangunan tersebut hanya ada satu, yang lainnya tidak mungkin bisa dikategorikan
memiliki lantai 9. Kali ini saya benar. Gedung tersebut namanya persis “Gedung
Sertifikasi Guru”, seperti yang tertera di SMS itu.
Setelah registrasi ulang, panitia membolehkan mereka-mereka yang ingin menitipkan buku untuk ditandatangani oleh Bang Tere-Liye. Yeaey, saya sudah membawa 2 buku karangan Bang Tere untuk ditandatangani. Judulnya Ayahku Bukan Pembohong sama Bumi yang terbaru. sebenarnya saya mempunyai 2 buku lainnya yang Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin dan Berjuta Rasanya. Tapi entah raib kemana. Ya sudahlah, mendapat tandatanagan Bang Tere saja senangnya bukan main. Setelah itu seminar dimulai dengan beberapa sambutan layaknya acara-acara seminar.
Setelah registrasi ulang, panitia membolehkan mereka-mereka yang ingin menitipkan buku untuk ditandatangani oleh Bang Tere-Liye. Yeaey, saya sudah membawa 2 buku karangan Bang Tere untuk ditandatangani. Judulnya Ayahku Bukan Pembohong sama Bumi yang terbaru. sebenarnya saya mempunyai 2 buku lainnya yang Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin dan Berjuta Rasanya. Tapi entah raib kemana. Ya sudahlah, mendapat tandatanagan Bang Tere saja senangnya bukan main. Setelah itu seminar dimulai dengan beberapa sambutan layaknya acara-acara seminar.
Hasilnya tidak mengecewakan walaupun kalimat pembukanya dimulai begini sama Bang Tere. Kurang lebihnya seperti ini;
Darwis Tere-Liye : Beberapa dari kalian sudah ada yang berteman dengan fanpage saya di facebook?
Hadirin :
(banyak yang mengangkat tangan)
Darwis Tere-Liye :
Lalu kenapa kalian datang ke sini? Pasti hanya ingin melihat aslinya saya
seperti apa. Ya kaan? Ya sudah kalau begitu sudah kan yah? Baik, Wassalamualaikum
WR. WB.
Hadirin : Tidaaaak
(HAHAHAA)
Saya : (benar
juga pikiran saya semalam)
Tenyata bisa
memberi sedikit joke juga yah Bang Tere hahaa. Tapi tidak semuanya ada di
Facebook. Banyaklah ilmu-ilmu lain yang saya tahu dan belajar dari beliau.
Tambah salut deh sama motivasi menulis beliau. Menulis untuk menyebar buah-buah
kebaikan kepada seluruh insan. Bukan hanya mengharap kekayaan dan popularitas
semata. Memang ada juga pepatah Arab yang mengatakan, “Karya-karya tulis akan
kekal sepanjang masa. Sementara penulisnya , hancur terkubur di bawah tanah”.
Kalau quotes dari Bang Tere, “Kalau kalian menulis minimal satu hari membuat
satu tulisan. Maka tepat pada hari ke 181 dirinya sudah tidak membutuhkan
guru-guru menulis yang lainnya”. Tentunya diimbangi dengan aktivitas menulis
lainnya. Ayoo, siapa yang ingin menulis jugaa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar